Mana yang benar : Hidup untuk makan atau Makan untuk hidup?
Betapa pentingnya makan bagi manusia, bukan sekedar mempertahankan
hidup tapi banyak aspek lain yang melingkupinya, seperti aspek sosial,
gaya hidup, intelektual sampai ritual. Semuanya mempunyai kaitan dengan
masalah makan. Namun sayangnya banyak yang mengabaikan hal itu. Masih
banyak orang yang makan hanya sekedar kenyang atau isi perut belaka
tanpa memperhatikan manfaat makan bagi kehidupannya. Sehingga makanan
yang seharusnya bermanfaat malah sebaliknya, mengancam keberlangsungan hidupnya. Karena tidak memperhatikan nutrisi yang masuk dan yang dibutuhkan tubuh.
Apa beda makanan dengan nutrisi?
Nutrisi apa saja yang dibutuhkan oleh tubuh kita?
Hasil survey menunjukkan70% keluhan pasien ke dokter terkait dengan masalah pola makan dan kekurangan nutrisi seperti: Pusing, Insomnia, Gelisah, Stress, Depresi, Gangguan pada Jantung, Tekanan Darah, Anemia (Kekurangan Darah), Angina, Gangguan Pencernaan, Kanker Jenis Tertentu, Alergi, Masalah Pada Kulit, Osteoporosis(Keropos Tulang), Psoriasis,Arthritis (Radang Sendi),Masalah Gigi, Obesitas (cara mengurangi berat badan) dll.
Karena makanan yang dikonsumsi mengandung banyak :
Ibaratnya tubuh kita bagaikan tong sampah yang senantiasa dijejali aneka sampah itu, tentu suatu saat tong sampah itu akan kepenuhan. Itulah yang dinamakan sakit,
yakni situasi dimana tubuh tidak sanggup lagi menampung sampah yang
masuk. Salahnya, kita malah memberikan obat kimiawi untuk mengobatinya.
Kita tentu sepakat bahwa obat adalah racun. Dan fungsinya obat
bagaikan menginjak/menekan sampah dengan kaki sehingga sampahnya
tertekan ke bawah, sehingga masih ada ruang untuk dimasuki sampah baru.
Inilah yang kita rasakan efek sembuh setelah minum obat. Jadi sebenarnya
obat hanya memberikan efek sembuh semu. Bila kita tidak merubah pola
makan, maka suatu saat nanti “tong sampah” itu akan kepenuhan dan tidak
bisa di tekan lagi. Saat itulah aneka macam penyakit seperti jantung,
diabetes, kanker, stroke, asam urat,dan obesitas menyerang dan sulit
untuk disembuhkan. Itu yang disebut komplikasi. Mengerikan bukan?
Penyebab hilangnya Nutrisi Makanan:
Bila kita lihat definisi WHO dan lembaga kesehatan tentang obesitas, semakin lama semakin mengkhawatirkan:
Hasil Asia Pacific Congress of Anti Aging and Regenerative Medicine ke 9 tahun 2010 di Denpasar Bali merekomendasikan tentang pencegahan penuaan dini dengan :
Alangkah nikmatnya hidup bila diberi Tuhan umur panjang dan kesehatan serta penampilan tetap prima.
Sebaliknya,
alangkah menderitanya bila umur masih muda tapi sudah di dera beragam
penyakit, apalagi kalau sudah tua nanti, pasti bertambah menderita dan
menyusahkan orang lain.
Pilihannya ada pada diri Anda masing-masing!
Apa beda makanan dengan nutrisi?
- Makanan adalah apa yang kita konsumsi untuk memberikan dukungan nutrisi bagi tubuh.
- Nutrisi adalah apa yang dibutuhkan oleh sel atau suatu organisme untuk tetap hidup.
- Karbohidrat
- Protein [asam amino esensial]
- Lemak
- Serat
- Vitamin
- Mineral [mineral esensial]
- Air
Hasil survey menunjukkan70% keluhan pasien ke dokter terkait dengan masalah pola makan dan kekurangan nutrisi seperti: Pusing, Insomnia, Gelisah, Stress, Depresi, Gangguan pada Jantung, Tekanan Darah, Anemia (Kekurangan Darah), Angina, Gangguan Pencernaan, Kanker Jenis Tertentu, Alergi, Masalah Pada Kulit, Osteoporosis(Keropos Tulang), Psoriasis,Arthritis (Radang Sendi),Masalah Gigi, Obesitas (cara mengurangi berat badan) dll.
- Bahan Pengawet,
- Gula,
- Garam,
- Protein Hewani,
- Lemak Hewani,
- Kolesterol,
- Makanan Olahan,
- Alkohol,
- Nikotin
- Polusi yang kita hirup setiap hari
- Vitamin,
- Protein Nabati,
- Mineral,
- Zat Esensial,
- Serat,
- Zat Hijau,
- Air.
- Beras: Mencuci terlalu bersih yang mengakibatkan berkurangnya nilai gizi. Banyak beras yang beredar dipasaran mengandung pemutih berbahaya.
- Sayuran: Ditanam dipinggir jalan raya(polusi), disiram pakai air kali yang kotor yang mengandung bakteri, kuman,pestisida, logam berat dan berbagai bahan kimiawi berbahaya lainnya.
- Mie Instan: Mengandung pengembang, penyedap rasa dan pengawet.
- Buah: Dipetik sebelum matang sehingga berkurang nilai nutrisinya, dikarbit sehingga racun karbit menyerap ke dalam buah, pengawet dari lilin untuk mempertahankan bentuk dan warna, disuntik pemanis buatan untuk menambah rasa manis dsb.
- Pewarna pakaian/ tekstil, pengawet berbahaya pada makanan, pemanis buatan
- Minyak goreng yang mengandung kolesterol
- Ikan: Yang seharusnya sebagai asupan protein hewani malah menjadi sumber bakteri. Menurut penelitian, bakteri akan tumbuh dalam tubuh ikan 2 jam setelah ikan mati. Sekarang coba kita hitung, berapa jam dari tengah laut ke pantai, berapa jam dari pelelangan ikan ke pasar, berapa jam dari pasar ke dapur kita. Bisa diperkirakan sudah berapa bakteri yang hidup di dalam tubuh ikan. Sehingga bila kita membeli ikan mati di pasar tapi masih kelihatan segar, bisa dipastikan ikan itu diberi pengawet. Begitupun dengan ikan asin karena diberi garam. Perlu diketahui bahwa yodium yang ada dalam garam adalah zat yang mudah menguap, sehingga bila di jemur bisa dipastikan zat itu sudah menguap, yang tinggal hanya garamnya saja. Bila itu sering kita konsumsi, bisa menjadi salah satu penyebab darah tinggi
Penyebab hilangnya Nutrisi Makanan:
- Proses Penanaman
- Proses Penyimpanan
- Proses Memasak.
Bila kita lihat definisi WHO dan lembaga kesehatan tentang obesitas, semakin lama semakin mengkhawatirkan:
- Tahun 1998: Obesitas adalah penyakit yang multifactorial komplek (The National Institutes of Health’s National Heart,Lung, and Blood Institutes)
- Tahun 1999: Obesitas adalah suatu PENYAKIT (Food Drug and Administration USA)
- Tahun 2000: Obesitas adalah PENYAKIT KRONIS(WHO)
- Tahun 2008: Obesitas adalah PENYAKIT YANG MELEMAHKAN DAN BERPOTENSI MEMATIKAN ( The American College of Gastroenterology)
- Diet
- Psikoterapi
- Merubah perilaku
- Latihan fisik
- Pembedahan
- Akupunktur
- Obat-obatan
- Diet
- Olahraga
- Merubah Perilaku
Hasil Asia Pacific Congress of Anti Aging and Regenerative Medicine ke 9 tahun 2010 di Denpasar Bali merekomendasikan tentang pencegahan penuaan dini dengan :
- Nutrisi rendah kalori
- Olahraga
- Hormon
- Estetika(perawatan dari luar)
Pilihannya ada pada diri Anda masing-masing!